AGEMBET TOTO 5000: SITUS TOKO QRIS & BIO TECH

Ketika Pupuk Hayati Bertemu Pembayaran Digital: Menabur Benih, Menuai Berkah

Pagi itu, di sebuah desa di kaki Gunung Sindoro, Samirin—seorang petani bawang merah—membuka ponselnya. Bukan untuk main game atau buka media sosial, tapi untuk memesan biostimulan berbasis rumput laut yang dikembangkan oleh peneliti BRIN . Dengan beberapa kali sentuhan, ia memesan produk hayati itu melalui platform agritech, lalu membayarnya dengan memindai kode QRIS. Tiga hari kemudian, drone penyemprot tiba di lahannya, mengaplikasikan pupuk hayati secara presisi, tepat dosis, tepat sasaran.

Adegan ini mungkin terdengar seperti cerita fiksi ilmiah sepuluh tahun lalu. Tapi hari ini, di tahun 2026, ini adalah kenyataan yang tumbuh di bumi Indonesia. Di persimpangan jalan antara bioteknologi dan teknologi finansial, lahirlah ekosistem baru yang mengubah wajah pertanian negeri. Dan di pusat ekosistem itu, berdiri AGEMBET TOTO 5000: SITUS TOKO QRIS & BIO TECH—sebuah platform yang menjadi jembatan antara laboratorium riset dan ladang petani, antara pupuk hayati dan pembayaran digital.

AGEMBET TOTO 5000: SITUS TOKO QRIS & BIO TECH

Revolusi Sunyi di Lahan Pertanian

Sektor pertanian Indonesia sedang mengalami transformasi yang sunyi tapi mendalam. Di tengah tantangan global seperti perubahan iklim, degradasi lahan, dan tuntutan efisiensi, para ilmuwan dan petani bahu-membahu mencari solusi . Jawabannya datang dari dua arah: bioteknologi yang mengembangkan input pertanian berbasis hayati, dan teknologi digital yang memudahkan akses serta pembayaran.

Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) melalui Pusat Riset Hortikultura telah menciptakan terobosan penting: biofertilizer atau pupuk hayati yang dikombinasikan dengan teknologi drone sprayer . Biofertilizer berbasis mikroba ini memiliki kemampuan luar biasa—meningkatkan penyerapan unsur hara, memperkuat daya tahan tanaman terhadap stres lingkungan, dan mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia sintetis.

Yang lebih menarik, aplikasinya dilakukan dengan drone. Bayangkan: pupuk hayati disemprotkan dari ketinggian dua meter, dengan desain baling-baling khusus yang tidak merusak daun bawang merah . Teknologi ini tidak hanya menekan biaya produksi, tetapi juga meningkatkan efisiensi dan keberlanjutan sistem pertanian nasional.

Peneliti BRIN, Erny Yuniarti, menemukan bahwa kombinasi ekstrak rumput laut dan bakteri Bacillus subtilis mampu menghasilkan pertumbuhan vegetatif terbaik pada bawang merah varietas Bima Brebes . Sementara Lidia Kristina Panjaitan, peneliti lainnya, merancang drone dengan konfigurasi hexarotor yang mampu menyemprot secara merata pada ketinggian optimal 2 meter . Inilah sinergi bioteknologi dan rekayasa teknologi yang menjadi fondasi pertanian masa depan.

Ketika Startup Agritech Menggandeng Petani

Revolusi ini tidak hanya digerakkan oleh lembaga riset pemerintah. Startup-startup agritech bermunculan, membawa angin segar bagi para petani kecil. Elevarm, startup asal Bandung yang didirikan tahun 2022, baru saja mengumumkan pendanaan pre-Series A sebesar US$4,25 juta atau sekitar Rp68 miliar .

Apa yang dilakukan Elevarm? Mereka mengembangkan NextBio, divisi riset internal yang fokus menciptakan input pertanian berkelanjutan: pupuk berbasis hayati (bio-based fertilizers), solusi pengendalian hama ramah lingkungan, dan bibit unggul yang diproduksi di greenhouse canggih . Semua produk ini dirancang untuk meningkatkan kesehatan tanah, memperkuat keanekaragaman hayati, dan meningkatkan ketahanan tanaman.

Bayu Syerli, CEO Elevarm, menjelaskan bahwa akses terhadap bibit dan pupuk berkualitas selama ini menjadi tantangan besar bagi petani kecil . Elevarm hadir mengubah itu semua, dengan membuat kebutuhan pokok pertanian berkualitas menjadi terjangkau dan mudah diakses.

Saat ini, Elevarm telah mendampingi lebih dari 15.000 petani di Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Yogyakarta . Mereka bekerja sama dengan lebih dari 30 mitra, termasuk Kementerian Pertanian, Kementerian Koperasi dan UKM, ITB, IPB University, Universitas Padjadjaran, Bank BJB, Amartha, dan berbagai lembaga riset . Jaringan ini menciptakan ekosistem yang kokoh, menghubungkan riset, pendanaan, dan praktik di lapangan.

Aplikasi AI: Petani Jaman Now Berbasis Data

Elevarm juga mengembangkan aplikasi berbasis AI yang memberdayakan tim lapangan dengan wawasan real-time dan rekomendasi presisi . Petani yang menggunakan aplikasi ini mendapatkan manfaat nyata: manajemen hama terintegrasi, sistem irigasi optimal, dan teknik tanam canggih yang meningkatkan efisiensi penggunaan sumber daya sekaligus mengurangi dampak lingkungan.

Praktik berkelanjutan Elevarm telah berhasil mengurangi emisi gas rumah kaca hingga 706 tCO2e, sambil terus meningkatkan kesehatan tanah . Ini bukti bahwa pertanian modern tidak harus merusak lingkungan—justru sebaliknya, bisa menjadi solusi bagi krisis iklim.

Kisah sukses serupa datang dari Bangladesh, di mana petani Hafizur Rahman menggunakan perangkat digital CABI untuk meningkatkan hasil panen padi . Dengan mengakses Perpustakaan Lembar Fakta PlantwisePlus, Portal Bioproteksi, dan Aplikasi Penyemprot Tanaman, ia berhasil menurunkan biaya budidaya 5-6%, meningkatkan hasil panen 10-15%, dan memperbaiki kualitas gabah hingga 90-92% memenuhi standar pasar premium . Ia beralih dari pestisida kimia ke produk bio ramah lingkungan seperti Bio-Chamak dan Neemazal—langkah yang tidak mungkin dilakukan tanpa akses informasi dan teknologi digital.

SmartGreenPod: Pertanian Presisi Skala Rumah

Revolusi bioteknologi tidak hanya terjadi di lahan luas, tapi juga di skala rumah tangga. Mahasiswa Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya menciptakan SmartGreenPod, sebuah terarium pintar berbasis IoT untuk tanaman hias kokedama .

Di balik konsep sederhana terarium, tersembunyi kecanggihan sistem berbasis ESP32, sensor DHT22, OLED Display, dan modul humidifier otomatis. Ketika kelembaban turun di bawah ambang batas, humidifier otomatis aktif—menjaga mikroklimat tetap ideal tanpa campur tangan manual . Inovasi ini memadukan bioteknologi tanaman dengan teknologi digital dalam satu ekosistem kecil.

Bruneitabba Billal Irawan, mahasiswa Bioteknologi yang menciptakan produk ini, menjelaskan bahwa SmartGreenPod menjawab tantangan adaptasi tanaman hias tropis dalam ruang indoor modern . Bagi mitra UMKM CV. Bunga Melati, inovasi ini menjadi nilai tambah luar biasa—produk kokedama mereka kini tidak hanya cantik secara visual, tapi juga memiliki kontrol iklim otomatis dan visualisasi digital.

Bio Graphene: Lompatan Teknologi dari Biomassa

Jika kita berpikir bioteknologi hanya berkutat pada pupuk dan pestisida, kita perlu berpikir ulang. Kolaborasi internasional antara Argo Living Soils Corp. (Kanada) dan PT. Aplikasi Grafena Industri & Consulting (AGIC) yang berbasis di Jakarta membuka cakrawala baru: pengembangan graphene berbasis biomassa untuk aplikasi pertanian dan industri .

AGIC, perusahaan pertama di Indonesia yang mengembangkan aplikasi graphene, berhasil menciptakan teknologi Bio Graphene sintetis murah berbasis limbah biomassa homogen . Mereka telah memiliki pabrik mikro Bio Graphene kapasitas 5 kg/batch dan metodologi produksi 300 liter per batch Liquid Bio Graphenic NP composites.

Apa hubungannya dengan pertanian? AGIC mengembangkan pupuk berbasis graphene (G-ONBF/PGR Series atau Graphene Organic Nano Bio Fertilizer dengan Plant Growth Regulator) yang dipatenkan . Teknologi ini berpotensi merevolusi praktik pertanian—membuat pemupukan lebih efisien, lebih tepat sasaran, dan lebih ramah lingkungan.

Di Mana Peran QRIS? Menyambungkan Rantai Kebaikan

Lalu, apa hubungannya semua ini dengan TOKO QRIS AGEMBET 5000? Jawabannya ada pada konektivitas ekosistem.

Bayangkan seorang petani bawang merah di lereng gunung yang ingin membeli biostimulan rumput laut hasil riset BRIN. Atau petani padi di Bangladesh yang ingin mengakses produk bio Chamak. Atau UMKM tanaman hias di Batu yang menjual SmartGreenPod ke pembeli di Jakarta. Bagaimana mereka membayar? Bagaimana transaksi dicatat? Bagaimana rantai pasok dari laboratorium ke ladang bisa terintegrasi?

Di sinilah TOTO ENGINEERING berperan—menciptakan infrastruktur digital yang memungkinkan semua transaksi ini terjadi dengan mulus. QRIS, sebagai standar pembayaran nasional, menjadi bahasa universal yang menghubungkan petani, startup, peneliti, dan konsumen.

Melalui SITUS TOKO QRIS AGEMBET 5000, para pelaku agritech dan bioteknologi dapat:

  • Memasarkan produk hayati (pupuk, pestisida nabati, biostimulan) dengan sistem pembayaran terintegrasi.

  • Memudahkan petani membeli input pertanian berkualitas dengan transaksi non-tunai yang aman dan cepat.

  • Mencatat setiap transaksi secara digital, menciptakan rekam jejak yang berguna untuk akses pembiayaan ke bank mitra.

  • Membangun ekosistem yang menghubungkan riset, produksi, distribusi, dan konsumsi dalam satu platform.

Data dari Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian menunjukkan bahwa pengguna QRIS mencapai 56-58 juta jiwa, dengan lebih dari 41 juta merchant terdaftar hingga triwulan ketiga 2025 [citation:XXXXX]. Nilai transaksi menembus Rp1,9 kuadriliun. Infrastruktur raksasa ini kini siap digunakan untuk memberdayakan sektor pertanian.

Sinergi Biotech dan Fintech: Masa Depan Pangan Indonesia

Seminar nasional yang digelar Departemen Agroindustri Universitas Negeri Padang pada November 2025 mengangkat tema “Smart Farming dan Bioindustri Dorong Efisiensi, Produktivitas, dan Daya Saing Pertanian Indonesia” . Husnain dari Kementerian Pertanian menyampaikan bahwa smart farming adalah paradigma baru pembangunan pertanian modern—mengintegrasikan teknologi digital untuk mewujudkan pertanian presisi, efisien, dan berkelanjutan .

Integrasi yang dimaksud Husnain tidak lengkap tanpa melibatkan sistem pembayaran digital. Karena pertanian modern bukan hanya tentang bagaimana menanam, tapi juga tentang bagaimana memasarkan, bagaimana membayar, dan bagaimana mencatat keuangan.

Buku berjudul “Biotechnology and IoT in Agriculture and Food Production Green Innovation” yang diterbitkan Apress tahun 2025 membahas secara komprehensif sinergi antara bioteknologi dan IoT dalam pertanian . Bab-bab seperti “Synergies Between IoT and Biotechnology”, “Precision Farming: Merging Data and Biology”, hingga “The Role of Artificial Intelligence in Agricultural Innovation” menunjukkan bahwa masa depan pertanian adalah kolaborasi antara ilmu hayati dan ilmu digital.

AGEMBET TOTO 5000 hadir untuk mewujudkan kolaborasi itu di tingkat paling praktis: ketika benih unggul bertemu pembayaran digital, ketika pupuk hayati bertemu konfirmasi instan, ketika hasil panen bertemu pasar yang lebih luas.

TOTO dalam Perspektif Biotech: Optimalisasi Total Sumber Daya

Filosofi TOTO (Total Optimization & Technical Operation) dalam konteks bioteknologi berarti mengoptimalkan seluruh rantai nilai pertanian—dari hulu (riset dan produksi input) hingga hilir (pemasaran dan konsumsi).

Total Optimization berarti memastikan setiap sumber daya digunakan seefisien mungkin. Biofertilizer mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia. Drone sprayer memastikan aplikasi tepat dosis, tepat waktu, tepat sasaran . AI memberikan rekomendasi presisi sehingga petani tidak perlu trial and error . Dan QRIS memastikan setiap transaksi tercatat rapi, memudahkan akses pembiayaan.

Technical Operation berarti semua teknologi ini harus berjalan andal, aman, dan terintegrasi. Server cloud menyimpan data transaksi. API menghubungkan platform agritech dengan sistem pembayaran. Enkripsi melindungi data petani. Semua bekerja di balik layar, tanpa perlu dipahami pengguna akhir.

Menabur Benih Digital, Menuai Berkah Nyata

Samirin, petani bawang merah di lereng Gunung Sindoro, mungkin tidak pernah mendengar istilah “bioteknologi” atau “fintech”. Tapi setiap pagi, ia menuai manfaat dari keduanya. Bibit unggul yang ia tanam adalah hasil riset bertahun-tahun di laboratorium. Pupuk hayati yang ia gunakan dikembangkan oleh startup agritech dengan pendanaan investor. Pembayaran digital memastikan uangnya aman dan tercatat rapi. Dan ketika panen tiba, ia bisa menjual hasilnya ke pasar lebih luas melalui platform digital.

AGEMBET TOTO 5000: SITUS TOKO QRIS & BIO TECH adalah perwujudan dari keyakinan bahwa teknologi terbaik adalah teknologi yang tidak terlihat—yang bekerja diam-diam di balik layar, membuat hidup lebih mudah, dan menciptakan keberkahan bagi semua.

Di era di mana perubahan iklim mengancam ketahanan pangan, di mana lahan semakin terbatas, di mana populasi terus bertambah, Indonesia tidak bisa lagi mengandalkan cara-cara lama. Kita membutuhkan lompatan. Kita membutuhkan integrasi. Kita membutuhkan sinergi antara ilmu hayati dan ilmu digital.

Selamat menabur benih digital. Selamat menuai berkah nyata. Selamat bergabung di AGEMBET TOTO 5000.

FAQ AGEMBET TOTO 5000: SITUS TOKO QRIS & BIO TECH

1. Apa hubungan bioteknologi dengan Toko QRIS?

Jawaban: Bioteknologi menghasilkan produk-produk pertanian inovatif seperti pupuk hayati, biostimulan, dan bibit unggul . Toko QRIS menjadi tempat produk-produk ini diperjualbelikan dengan sistem pembayaran digital yang mudah, cepat, dan aman. Keduanya bersinergi menciptakan ekosistem pertanian modern yang terintegrasi dari hulu ke hilir.

2. Apa itu biofertilizer dan apa keunggulannya?

Jawaban: Biofertilizer atau pupuk hayati adalah pupuk berbasis mikroorganisme yang meningkatkan penyerapan unsur hara, memperkuat daya tahan tanaman terhadap stres lingkungan, dan mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia sintetis . Penelitian BRIN menunjukkan bahwa biofertilizer yang diaplikasikan dengan drone sprayer mampu menekan biaya produksi sekaligus meningkatkan efisiensi pertanian.

3. Siapa itu Elevarm dan apa yang mereka lakukan?

Jawaban: Elevarm adalah startup agritech asal Bandung yang mengembangkan input pertanian berkelanjutan: bibit unggul, pupuk berbasis hayati, dan solusi pengendalian hama ramah lingkungan . Mereka telah mendampingi lebih dari 15.000 petani di Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Yogyakarta, serta baru saja mengumumkan pendanaan sebesar US$4,25 juta .

4. Bagaimana peran AI dalam pertanian modern?

Jawaban: AI digunakan untuk memberikan wawasan real-time, rekomendasi presisi, dan teknik tanam canggih kepada petani . Aplikasi berbasis AI membantu manajemen hama terintegrasi, mengoptimalkan sistem irigasi, dan meningkatkan efisiensi penggunaan sumber daya sekaligus mengurangi dampak lingkungan.

5. Apa itu SmartGreenPod?

Jawaban: SmartGreenPod adalah terarium pintar berbasis IoT karya mahasiswa Universitas Brawijaya. Dilengkapi sensor DHT22, ESP32, dan humidifier otomatis, alat ini mampu menjaga kelembaban dan suhu ideal untuk tanaman hias kokedama tanpa campur tangan manual . Ini contoh nyata integrasi bioteknologi dan teknologi digital dalam skala rumah tangga.

6. Apa hubungan graphene dengan pertanian?

Jawaban: Perusahaan AGIC di Jakarta mengembangkan pupuk berbasis graphene (G-ONBF/PGR Series) dari limbah biomassa . Teknologi ini berpotensi merevolusi pemupukan—membuatnya lebih efisien, tepat sasaran, dan ramah lingkungan. Kolaborasi dengan Argo Living Soils Corp. bertujuan membangun fasilitas riset dan produksi graphene untuk aplikasi pertanian di Indonesia.

7. Bagaimana petani biasa bisa mengakses produk-produk bioteknologi ini?

Jawaban: Melalui platform seperti AGEMBET TOTO 5000, petani bisa memesan produk hayati (pupuk, pestisida nabati, bibit unggul) secara online dan membayar dengan QRIS. Platform ini menghubungkan riset, produksi, distribusi, dan konsumsi dalam satu ekosistem digital yang mudah diakses.

8. Apakah ada bukti bahwa teknologi ini meningkatkan hasil panen?

Jawaban: Ya. Studi kasus dari Bangladesh menunjukkan petani yang menggunakan perangkat digital CABI dan produk bio berhasil menurunkan biaya budidaya 5-6%, meningkatkan hasil panen 10-15%, dan memperbaiki kualitas gabah hingga 90-92% memenuhi standar pasar premium . Elevarm juga mencatat pengurangan emisi 706 tCO2e berkat praktik berkelanjutan .

9. Apa peran pemerintah dalam ekosistem ini?

Jawaban: Pemerintah melalui BRIN mengembangkan riset biofertilizer dan teknologi drone . Kementerian Pertanian mendorong smart farming sebagai paradigma baru pembangunan pertanian . Bank Indonesia menyediakan infrastruktur QRIS yang memudahkan transaksi. Semua bersinergi menciptakan ekosistem yang mendukung petani.

10. Bagaimana masa depan pertanian Indonesia menurut para ahli?

Jawaban: Para ahli sepakat bahwa masa depan pertanian adalah integrasi antara bioteknologi dan teknologi digital . Pertanian presisi, smart farming, dan bioindustri akan menjadi kunci meningkatkan efisiensi, produktivitas, dan daya saing di pasar nasional maupun global . AGEMBET TOTO 5000 hadir sebagai platform yang mewujudkan integrasi itu di tingkat paling praktis.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *